Bahan Finishing Pada Kayu

Proses finishing pada kayu juga berfungsi sebagai pelindung. Hal pertama yang mendorong orang pertama kali melakukan proses finishing adalah memberikan perlindungan agar produk dari kayu tersebut tahan lama. Perlindungan pada masing-masing produk kerajinan kayu tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk produk kayu untuk kitchenware haruslah menggunakan bahan-bahan yang tidak beracun dan juga mudah dibersihkan.

Varnish/Pernis

Finishing yang paling sering digunakan oleh para pengrajin kayu ataupun bagi para pemula adalah pernis. Selain harganya murah, mengaplikasikan pernis pada kayu pun bisa dikatakan tidak sulit sebab bisa digunakan pada jenis kayu apa saja. Menggunakan pernis sebagai finishing dapat melindungi permukaan kayu dari goresan, air dan sinar matahari. Sayangnya menggunakan pernis pada kerajinan kayu harus dilakukan secara berkala, sebab semakin lama kerajinan kayu dengan finishing pernis akan mengalami pemudaran warna. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna disarankan untuk menggunakan kain bekas lalu digosokan pada permukaan kayu kemudian dirapikan dengan menggunakan kuas.

Wood Stain

Beberapa craftsmanship lebih suka menggunakan wood stain sebagai finishing pada produknya, seperti jam tangan atau kacamata. Biasanya wood stain yang dijual di pasaran tersedia dengan berbagai macam warna, namun kebanyakan lebih menyukai warna bening supaya tidak menghilangkan karakter warna asli dari kayu.

Semakin tebal anda mengaplikasikan wood stian pada kayu, akan membuat hasil finishing semakin gelap, tapi sama sekali tidak menutup serat kayu sehingga tidak akan menghilangkan ciri khas dari kayu tersebut. Untuk mengaplikasikan wood stain, ada bisa menggunakan kuas atau kain bekas atau disemprot, namun untuk hasil yang maksimal kami sarankan untuk menggunakan kuas saja.

Wood Dye

Dye dan Stain sebenarnya tidak jauh berbeda, yang membedakan hanyalah bahan dasarnya saja, dan kebanyakan wood dye terbuat dari bahan-bahan alami. Berbeda dengan wood stain yang menghasilkan warna mengkilap, wood dye lebih memiliki warna matte atau kering, sehingga warna yang dihasilkan pun terlihat lebih kalem namun tidak akan menghilangkan serat kayu.

Jika anda suka berkreasi dengan warna dan kayu, kami lebih menyarankan anda menggunakan finishing dengan wood dye. Untuk hasil yang lebih cantik, anda bisa mencampurkan beberapa warna sekaligus. Biasanya wood dye paling cocok digunakan untuk finishing pajangan dinding, pot bunga, tempat lilin maupun gelang.

Wood Wax

Jenis finishing ini berbeda dari jenis finishing lainnya. Wood wax lebih mengedepankan fungsi finishing kayu yang kedua, yaitu, melindungi kayu. Menggunakan wood wax sebagai finishing sama sekali tidak akan merubah warna maupun serat kayu, hanya saja hasilnya sedikit glossy. Karena kebanyakan wood wax terbuat dari bahan-bahan alami, finishing jenis ini lebih banyak diaplikasikan untuk produk-produk kitchenware seperti mangkuk, sendok, garpu maupun piring.

Selain untuk finishing, wood wax juga bisa difungsikan sebagai salah satu cara untuk merawat perabotan kayu yang anda miliki. Untuk mengaplikasikannya, anda hanya perlu menggosok permukaan kayu dengan kain yang sudah diberi wood wax, sebisa mungkin lakukan hal ini secara berkala.

Oil Finish

Ini adalah jenis finishing yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Anda bisa mengaplikasikan finishing oil dengan menggunakan kuas, diremdam atau dilap kemudian disemprotkan. Sama seperti wood stain, finishing dengan menggunakan oil juga akan membuat produk kerajinan kayu lebih tahan terhadap benturan dan goresan. Biasanya finishing jenis ini lebih sering diaplikasikan pada furniture.

Leave a Comment