Limbah Kayu Jangan di Buang !

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar limbah? Tentunya sebagian orang beranggapan bahwa sesuatu yang tidak berguna lagi atau limbah itu seharusnya dibuang. Namun sebagian orang lagi limbah bukan sesuatu yang tidak berguna, bahkan limbah adalah sesuatu yang harus diolah menjadi benda yang lebih bernilai. Sama hal nya juga dengan limbah kayu, biasanya limbah kayu digunakan untuk bahan bakar  rumah tangga. Kebanyakan digunakan untuk memasak. Tahukah Anda, limbah kayu ini jika di olah dengan baik akan menciptakan beberapa barang yang berfungsi tinggi. Misal bisa dijadikan kotak televisi, rak sepatu, papan artikel dan lain sebagainya.

Teknologi pembuatan papan partikel sendiri terhitung sederhana, dan Indonesia sudah punya. Hanya saja, potensi industri baru tersebut kurang dilirik serius. Di surga ukir-ukiran kayu Indonesia, di Jepara, Jawa Tengah, misalnya, limbah industri pengolahan kayu sangat melimpah.

Hot Press

Papan partikel adalah produk panel yang dihasilkan dengan memanfaatkan partikel-partikel kayu dan sekaligus mengikatnya dengan suatu perekat. Kenal furnitur produksi Olympic Itulah contoh papan partikel. Salah satu bahan baku utama papan partikel adalah limbah penggergajian kayu, termasuk limbah dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Limbah ini diproses menjadi padat dan keras.

Secara sederhana, tutur Bambang, proses pembuatan papan partikel diawali dengan menghancurkan limbah kayu menjadi selumbar-selumbar (partikel) dan dikeringkan sampai kadar air tertentu. Partikel yang telah dikeringkan dicampur dengan perekat, dibuat hamparan, dan dimasukkan ke dalam kempa panas (hot press), kemudian diangin-anginkan sampai mencapai kadar air kering udara.

Pembuatannya relatif sederhana. Namun, dalam prosesnya, banyak faktor-faktor yang perlu diperhatikan. Sebab, faktor tersebut kelak mempengaruhi sifat produk yang bakal dihasilkan. “Salah satu faktor utama adalah kadar air partikel dan jenis perekat, ” tutur Bambang.

Limbah kayu yang baik, menurut dia, adalah yang berkadar air sedang. Kadar air yang terlalu tinggi akan mempersulit proses pengempaan dan proses perekatan. Akibatnya, kebutuhan terhadap perekat meningkat. Sedangkan kadar air yang terlalu kecil juga akan membuat papan partikel rapuh atau pecah-pecah. Kadar air sendiri tergantung pada kondisi udara sekelilingnya. Sebab, papan partikel terdiri dari bahan bersifat higroskopis yang akan menyerap uap air dari atau ke udara sekelilingnya.

Adapun jenis perekat yang terbaik adalah IC. Hal ini, menurut Bambang, dibuktikan lewat penelitian Mallari dan kawan-kawan pada 1985. Selain IC, jenis perekat yang sering digunakan adalah UF, PF, atau kombinasi perekat melamin seperti urea melamin formaldehida (UMF) dan phenol melamin formaldehida (PMF). “Namun mereka kalah kuat dibanding IC, terutama pada kayu meranti, “.

Kayu meranti sendiri tercatat sebagai kayu terbaik untuk menghasilkan papan partikel dengan kualitas unggul. Riset Bambang pada 1986 menggunakan kayu jenis sengon menunjukkan bahwa kayu sengon menghasilkan sifat-sifat papan yang tak lebih unggul ketimbang kayu meranti. Dalam penilitian ini, jenis perekat yang digunakan adalah IC, PMF, dan UF.

Kayu jati Jepara

Selain kadar air dan jenis perekat, indikator lain yang mempengaruhi kualitas produksi papan partikel adalah zat ekstraktif. Kandungan zat ekstraktif yang tinggi, kata Bambang, akan menghambat pengerasan zat perekat. Akibatnya, muncul pecah-pecah pada papan yang dipicu tekanan ekstraktif yang mudah menguap pada proses pengempaan.

Sebagian besar limbah kayu di Jepara, menurut dia, adalah kayu jati. Padahal kayu jenis ini diduga memiliki kandungan zat ektraktif tipikal yang dapat mempengaruhi sifat-sifat papan partikel yang dihasilkan. “Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang teknologi pembuatan papan partikel berbahan baku limbah kayu jati Jepara secara khusus, ” paparnya.

Sebagai pusat ukir-ukiran di Indonesia, Jepara memiliki limbah berlimpah yang perlu diberdayakan secara maksimal. Namun, diakuinya perlu investasi miliaran pada tahap awal. Untuk risetnya saja, misalnya, paling sedikit dibutuhkan lebih dari Rp 110 juta. Ini untuk penelitian berbasis bahan baku kayu khas Jepara.

Jika ditaksir, investasi untuk pabrik papan partikel berkapasitas kecil saja (20 meter kubik per hari) sekitar Rp 2,5 miliar. Namun, jika telah berjalan, ini bisa menjadi industri potensial. Harga jual papan partikel produk Olympic, contohnya, sekitar 130 dolar AS per meter persegi. Tak hanya terbatas di Jepara, berbagai sentra pengolahan kayu di Indonesia memiliki peluang yang sama.

Papan partikel unggul

Keunggulan sebuah papan partikel diukur lewat kerapatannya. Makin tinggi kerapatan papan partikel, makin tinggi kekuatannya. Kerapatan papan partikel sendiri adalah suatu ukuran kekompakan partikel dalam satu lembaran. “Ia sangat tergantung pada kerapatan kayu yang digunakan dan tekanan yang diberikan selama proses pengempaan, ” terang Bambang. Faktor kecepatan kempa (penutupan), waktu dan suhu kempa akan mempengaruhi besarnya kerapatan akhir papan partikel yang dihasilkan.

Ada beragam tipe papan partikel. FAO (1958) mengklasifikasikan papan partikel berdasarkan kerapatannya, yakni papan partikel berkerapatan rendah (Low Density Board) dan sedang (Medium Density Board).

Papan partikel berkerapatan rendah memiliki kerapatan antara 0,24 – 0,40 g/cm3. Papan tipe ini mempunyai sifat isolator terhadap panas dan suara serta dapat digunakan untuk pembuatan mebel yang tidak memerlukan kekuatan besar. Sementara papan partikel berkerapatan sedang memiliki kerapatan antara 0,40 – 0,80 g/cm3. Papan tipe ini biasanya digunakan untuk bagian atas dari meja, lemari, rak buku dan sebagainya.

Terima kasih sudah mengunjungi website kami. Semoga bermanfaat dan sukses selalu 🙂

MULIA JATI JOGJA – PINTU JOGJA | KUSEN JATI | PINTU JATI JOGJA | BAHAN BANGUNAN MURAH JOGJA | JATI PERHUTANI JOGJA bergerak didalam bidang pembuatan dan penjualan Kusen Pintu dan Jendela maupun Furniture Interior seperti Meja, Kursi Kitchen Set dan lain-lain. Untuk melakukan pemesanan KLIK DISINI. Hubungi kami di 081 2277 1627 | (0274) 701 4444 | email : muliajatijogja@gmail.com

Leave a Comment