Pengawetan Kayu Kelapa

Pengawetan Kayu Kelapa

Teknik Pengawetan Kayu – Kayu kelapa memiliki tekstur yang berserat. Kayu kelapa ini memiliki keindahan estetika untuk membuat sebuah furniture atau digunakan sebagai bahan bangunan. Apalagi dari aspek kekuatan, kayu kelapa tergolong sebagai kayu yang kuat. Sayangnya, material tersebut sangat rentan terhadap hama seperti kumbang bubuk, kumbang teter, dan rayap. Untuk menghasilkan kayu kelapa yang berkualitas, perlu dilakukan pegawetan dengan cara dibawah ini.

 

Pengawetan Kayu Kelapa secara Tradisional

  1. Merendamnya di sungai.

Tujuannya agar nutrisi kayu kelapa hilang sehingga tidak ada serangga atau jamur yang menyerang.

  1. Merendamnya di air kotor atau lumpur (jangka waktu: bulanan)

Tujuannya agar nutrisi kayu terfermentasi sehingga tidak lagi disukai serangga hama dan jamur perusak.

  1. Mengolesinya dengan solar atau oli bekas

Tujuannya agar terjadi perubahan pada kimia kayu kelapa sehingga tak lagi disukai hama.

Metode Pengawetan Kayu Kelapa secara Modern

Meski pengawetan secara tradisional dalam beberapa kasus terbukti bisa diandalkan, namun cara-cara tersebut sama sekali tidak efisien dan efektif. Beberapa kelemahan pengawetan kayu secara tradisional:

  1. Sangat lama
  2. Menimbulkan bau sangat menyengat
  3. Efektivitas kurang baik
  4. Pada metode dengan oli dan solar, kayu kelapa akan sulit difinish dengan cat water based.

Dibanding cara-cara tradisional tersebut, metode pengawetan kayu modern menawarkan efisiensi dan efektivitas lebih baik dari segi waktu maupun cara kerja. Aplikasinya sendiri dilakukan dengan meresapkan obat pengawet (baik antiserangga atau antijamur) ke dalam substrat kayu. Sehingga penggunaan obat pengawet sangat mempengaruhi keberhasilan treatment. Berikut ini 3 produk obat pengawet yang kami rekomendasikan:

  1. Insecticide 100 EC

Adalah obat pengawet antiserangga spektrum luas yang memanfaatkan bahan aktif permethrin. Produk ini diformulasikan khusus untuk mencegah teter kayu, kumbang bubuk, rayap kering, dan berbagai hama lainnya. Insecticide bekerja sangat efektif karena mampu menyerang neuron organisme tetapi relatif tidak membahayakan pekerja.

  1. Microcide 100/100 EC

Adalahfungisida yang didesain untuk mencegah kerusakan akibat jamur mikroskopis seperti jamur noda seperti blue stain dan bakteri pembusuk. Microcide didesain dari kombinasi fungisida dan bakterisida sehingga memiliki target organisme luas.

  1. Film Preservative FPR36

Adalah obat pengawet dari golongan fungisida yang diaplikasikan dengan cara dicampurkan pada bahan finsihing. Tujuannya adalah untuk melindungi lapisan cat dari kerusakan akibat jamur permukaan. Jamur permukaan sendiri biasanya tumbuh akibat kelembaban tinggi dan lingkungan tidak higienis pada masa penyimpanan, pengiriman, dan pemakaian produk kayu.

Ketiga obat di atas dapat diaplikasikan dengan cara perendaman, pengkuasan, vakum tekan, hingga penyemprotan.

MULIA JATI JOGJA – PINTU JOGJA | KUSEN JATI | PINTU JATI JOGJA | BAHAN BANGUNAN MURAH JOGJA | JATI PERHUTANI JOGJA bergerak didalam bidang pembuatan dan penjualan Kusen Pintu dan Jendela maupun Furniture Interior seperti Meja, Kursi Kitchen Set dan lain-lain. Untuk melakukan pemesanan KLIK DISINI. Hubungi kami di 081 2277 1627 | (0274) 701 4444 | email : muliajatijogja@gmail.com

Leave a Comment