Tips Menebang Pohon Jati yang Baik dan Benar

Untuk menghasilkan kayu jati yang berkualitas, tentunya didukung oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah proses penebangan pohon jati. Cara penebangan yang benar juga akan mempengaruhi kualitas kayu jati yang bagus juga. Berikut adalah tips menebang pohon jati yang baik dan benar :

Tahap Peneresan Kayu Jati

Peneresan Kayu JatiSebelum penebangan kayu jati dilakukan teresan, yaitu penoresan melingkar pohon sampai pada kambium. Tujuan teresan ada 2, yaitu pertama untuk mempermudah pekerjaan penebangan, penyaradan dan pengangkutan kayu dan kedua untuk menjaga kualitas kayu yang akan ditebang.

Teresan dilakukan 2 tahun sebelum penebangan pohon. Ketentuan teresan yang benar adalah takik teres dibuat setinggi-tingginya 25 cm dari permukaan tanah dan kedalaman sayatan harus sampai memotong kambium dengan alasan agar tidak terjadi munculnya sel baru.Selain memiliki keuntungan, teresan juga memiliki sisi negatif diantaranya adalah bahwa dengan teresan kayu cenderung mudah retak/pecah waktu tumbang dan selama teresan lahan tidak produktif. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali bahwa suatu tegakan jati telah diteres adalah seluruh daun di tegakan tersebut telah rontok.Pengeringan selama teresan terjadi melalui penguapan air dari daun secara perlahan-lahan, dan akhirnya diikuti dengan rontoknya seluruh daun

Tahap Penebangan Kayu Jati

Penebangan kayu jati pada prinsipnya tidak ada bedanya dengan penebangan pohon lainnya, namun demikian pada penebangan hutan jati berlaku ketentuan penebangan yang baik, ketentuan ini adalah :

  1. Arah rebah cermat dan tepat agar kerusakan minimal (pecah banting dan lingkungan).
  2. Alas takik rebah dibuat serendah mungkin dengan menggunakan gergaji, kalau perlu digali.

Penebangan kayu JatiPerlengkapan yang digunakan pada penebangan hutan jati terdiri dari perlengkapan pokok dan perlengkapan tambahan. Perlengkapan pokok meliputi gergaji potong untuk 2 orang atau Chainsaw, dan kapak, sedangkan perlengkapan tambahan terdiri dari baji, kikir, martil dan pengungkit. Pada penebangan jati, perlengkapan 1 regu penebangan dengan 2 orang biasanya terdiri dari 1 gergaji, 2 kapak, 1 martil, 1 kikir dan 2 pengungkit.

Sedangkan alat bantu tambahan yang sering diperlukan dalam penebangan pohon adalah baji. Alat ini terutama digunakan untuk membantu memastikan arah rebah pohon dan membantu mencegah gergaji agar tidak terjepit pada waktu pemotongan batang pohon.

Seperti juga dengan tahpan kegiatan pemanenan lainnya, teknik penebangan yang diterapkan di pemanenan jati, terutama teknik pembuatan takik rebah dan takik balas, sama dengan aturan pokok penebangan yang umum, diantaranya bahwa pohon umumnya ditebang searah garis kontur atau ke arah puncak lereng; bila timbul angin ribut, maka pekerjaan penebangan harus dihentikan dan sebagainya. Pengawasan terhadap teknik penebangan di hutan jati tidak terlalu ketat, tetapi terdapat beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan, diantaranya :

  1. Takik rebah dan takik balas dibuat di bawah takik teres
  2. Takik rebah dan takik balas dibuat dengan menggunakan gergaji potong
  3. Takik rebah dibuat lebih lebar agar gergaji tidak terjepit pada saat memotong batang pohon.

Sejak tahun 1978 telah dilakukan pembaharuan pedoman tentang lokasi takik rebah, bahkan diharapkan takik rebah dibuat rata dengan permukaan tanah. Perkembangan berikutnya adalah uji coba penebangan dengan cara tebang gali tunggak, dimana sebelum penebangan dimulai tanah di sekitar pohon yang akan ditebang digali lebih dahulu, tujuannya adalah agar tunggak pohon dapat ikut ditebang. Dari hasil uji coba ini diperoleh bahwa dengan metode ini dapat meningkatkan volume panen sebesar 0,14 m3/pohon atau setara dengan tamabahn pendapatan senilai Rp. 33.436/pohon. Jika nilai tersebut dihitung pada saat ini (nilai sekarang), maka penambahan nilai uang tersebut mencapai jutaan rupiah/pohon, apalagi tunggak jati mempunyai nilai jual yang tinggi karena keindahan dan kekhasan bentuknya.

Tahap Pambagian Batang Kayu Jati

Pemotongan Kayu JatiTahap selanjutnya dari pemanenan kayu jati adalah pembagian batang. Pembagian batang ini tentunya, perlu untuk membagi bagian potongan, sehingga kayu jati dapat dipotong sesuai dengan ukuran standar atau ukuran sesuai dengan produk yang akandibuat. Selain itu kayu jati juga bisa dipotong sesuai dengan tingkat kelurusan dari kayu.

Pemotongan ini juga untuk menghindari bagian-bagian kayu jati yang rusak, agar kayu jati yang akan dibuat menjadi bahan bangunan akan menjadi bahan yang baik dan tidak rusak.

Terima kasih sudah mengunjungi website kami. Semoga bermanfaat dan sukses selalu 🙂

MULIA JATI JOGJA – PINTU JOGJA | KUSEN JATI | PINTU JATI JOGJA | BAHAN BANGUNAN MURAH JOGJA | JATI PERHUTANI JOGJA bergerak didalam bidang pembuatan dan penjualan Kusen Pintu dan Jendela maupun Furniture Interior seperti Meja, Kursi Kitchen Set dan lain-lain. Untuk melakukan pemesanan KLIK DISINI. Hubungi kami di 081 2277 1627 | (0274) 701 4444 | email : muliajatijogja@gmail.com

Leave a Comment