pintu jatiKENALI CAT KAYU DAN PLITUR KAYU

Pintu Jati – Pernahkah Anda mendengar istilah cat kayu dan plitur kayu? Sebenarnya bagaimana kedua proses ini? Banyak yang menjadi pertanyaan adalah lebih duluan mana antara mengecat kayu atau memplitur kayu. Yuk kenali dulu cat kayu dan plitur kayu terlebih dahulu.

Cat Kayu Dulu atau Plitur Dulu?

Cat kayu dulu atau plitur dulu? Pertanyaan ini barangkali pernah mampir di benak Anda. Saya pun sering mendapat pengajuan pertanyaan serupa dan mempertanyakan hal yang sama. Jawaban dari pertanyaan itu sendiri sebenarnya sederhana, yakni “tergantung Anda maunya apa”.
Proses finishing bukanlah proses baku yang saklek. Sebab, proses ini selain terkait pemberian proteksi pada kayu juga terkait dengan masalah estetika. Kalau masalah pemberian proteksi, kita bisa sepakat, tapi bagaimana dengan masalah estetika? Tentu tiap orang memiliki taste sendiri-sendiri.
Sudah begitu, dalam proses finishing kita juga mesti cerdik memperhatikan fungsi tiap bahan. Misalnya plitur atau pelitur yang memiliki karakter warna transparan ini pun sebenarnya bisa memberikan fungsi lebih dari sekedar deskripsinya.
Finishing kayu mahoni di atas itu adalah contohnya. Pada proses pengerjaan tersebut, plitur digunakan dulu sebelum filler. Mengapa begitu? Bukankah malah berkebalikan?
Sekali lagi tergantung Anda maunya apa. Dalam prose situ, aplikasi plitur terlebih dahulu dimaksudkan agar filler nantinya hanya mengisi pori kayu. Sehingga tercipta warna tua yang terkesan “kotor” tersebut. Tanpa aplikasi politur di awal proses, filler akan mewarnai keseluruhan permukaan kayu.

Masih Bingung Cat Kayu Dulu atau Plitur Dulu?

Kalaupun Anda masih bingung dengan penjelasan di atas, sebaiknya kita review dulu fungsi masing-masing pengertian cat kayu (wood stain) dan plitur. Plitur memiliki karakter berwarna transparan yang seringkali hadir dengan kilau lumayan. Sedangkan wood stain umumnya terdiri dari pigmen atau dye (pewarna).

Jadi secara konvensional, sebenarnya agak rancu juga bila cat kayu digunakan bersama plitur. Secara konvensional lho ya… karena cat kayu sudah mengandung pigmen tapi malah ditambah shellac atau politur yang juga mengandung pigmen… Apalagi bila produk cat kayu tersebut berwarna solid pastel seperti hijau, kuning, dst. Sedangkan kebanyakan plitur memiliki warna natural transparan. Jelas nanti hasilnya akan berupa campuran warna-warna tersebut.
Dalam finishing warna natural, sebenarnya pelitur bisa langsung diaplikasikan setelah sealer atau bahkan filler. Kecuali dalam kasus tertentu seperti finishing mahoni yang saya sebut di atas.

Apakah Kayu yang Sudah Diplitur Bisa Dicat?

Nah, pertanyaan terkait yang juga sering muncul bersama dengan “cat kayu dulu atau plitur dulu” adalah pertanyaan “apakah kayu yang sudah diplitur bisa dicat?” serta sebaliknya.

Jawabannya bisa saja. Tapi bila Anda ingin memaksimalkan warna cat kayu tanpa ada bias dari plitur, atau ingin mengaplikasikan politur tanpa bias dari cat kayu, maka amplas dulu kayu tersebut. Baru setelah itu, mulai lakukan finishing sesuai yang Anda inginkan.Ini terutama disarankan bila Anda ingin memfinish kayu yang diplitur dengan warna seperti merah, kuning, putih, biru, hijau, dst… Sebaiknya amplas dulu kayu, lalu terapkan dempul yang bisa menutupi warna asli kayu tersebut.

MULIA JATI JOGJA – PINTU JOGJA | KUSEN JATI | PINTU JATI JOGJA | BAHAN BANGUNAN MURAH JOGJA | JATI PERHUTANI JOGJA bergerak didalam bidang pembuatan dan penjualan Kusen Pintu dan Jendela maupun Furniture Interior seperti Meja, Kursi Kitchen Set dan lain-lain. Untuk melakukan pemesanan KLIK DISINI. Hubungi kami di 081 2277 1627 | (0274) 701 4444 | email : muliajatijogja@gmail.com

Kenali Cat Kayu dan Plitur Kayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *